Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan

Tablet android Honeycomb Di Indonesia

Banyak pilihan tablet android buat para androider mania, memang selama ini ada kampanye yang sangat gencar tentang Tablet android honeycomb terbaik murah dari sebuah perusahaan terkemuka asal negara asalnya sendiri, perusahaan tersebut memang baru saja mengikuti dan menerbitkan sebuah produk tabletnya yaitu, acer iconia tab a500. berikut ada beberapa pilihan tablet android yang sudah berada di Indonesia:
Dell Streak = Rp 3.900.000
OS Android 2.2 FROYOQualcomm Snapdragon 8250 - 1Ghz512 ROM + 512 SDRAM16GB storage , microSD slot5" TFT Capacitive Touchscreen (800x840)3G, Wifi, Bluetooth Webcam 5MP dual LEDQuad Band,GPRS, HSDPAMP3 Player, Video,Weight : 220 g
Tablet OLIVEPAD = Rp 2.600.000 *
BONUS :~ Blueooth Headset~ Screen Protector~ Free T-Flash Micro SD 8 GB
NEW ZTE Light 7" , bs PHONE / RADIO / MOVIE MP4 / GPS / HSDPA 7.2mb = Rp 2.600.000

ZTE LIGHT 7"Mass : 403grams (with battery)Dimesion : 192x110x12,6mmAndroid 2.2 FroyoCPU Clock : Qualcomm MSM7227 600 MHzRAM Capacity : 512Mb , 512 Mb ROM 4GB MicroSDSupport Micro SD Memory Card (up to 32GB)TFT LCD Resisitive Touch Screen7 " Inch (178 Milimeters)Dolby Stereo Sound ,Bluetooth audio CapableCellular Phone Supported : WCDMA, HSDPA, GSM/GPRS/EDGEUSB ,Bluetooth , Wireless LAN/WI-FI FM Radio : SupportedBuilt in GPS Module : Supported, Stand AloneBuilt in Camera 3M CMOS with auto focusOptical zoom : 5xCamcorder : SupportedBattery Technology : Lithium-ion BatteryBattery Build : removableEstimated Movie Time Player : 5.5 HoursAdditional DetailsBuilt in Accelerometer : Supported, G- SensorAdditional Features : HSDPA 7.2, Bluetooth stereo audio profile (A2DP AVRCP) Android MarketHeadset : Stereo Headset With MicrophoneSlot : 1,8V3V USIM/SIM Card slot, MicroSD Card Slot, 3.5mm Audio JackCommunication value Added : Voice Call, SMS, MMS, Google Application : Google search, google maps, G-Mail, Google Calendare, Google Talks, Market Place, Youtube, DOCS to Go (Word/Excel/PPT Read), PDF Reader, Email(IMAP, POP3,IMAP4,SMTP) Voice MailKelengkapan Pembelian:1. ZTE LT2. Baterai3. Charger4. Kabel Data5. Earphone

E PAD 7" Froyo 800mhz Support USB Modem3,5G = Rp 1.050.000 Super Diskon !!!
Quote:
CPU VM8650, High-performance 800MHZ CPU 300MHZ DSP
Android 2.2 (Support Flash 10.1)
256MB DDR2 , 2GB NAND Flash max of 32GB tf card
4-Dimensional G-sensor
7" Touch screen, 800*480 pixels
RJ45 Cable Internet: 10/100M , WIFI
support 3,5G GSM Modem Huawei Only
I/O Port = 30pinUSB switch interface*1,Headphone *1, MIC*1 JACK*1, TF card reader
High-quality stereo loud speaker
Video file formats supported:
720p video playing, MPEG1/2/4; MJPG; H263; H264
Camera 1.3MP
Power adapter
Size = L198 * W127* H90mm
GARANSI RESMI ada izin POSTEL Ind

Serangan Cyber Jebol Data Perusahaan Jepang

VIVAnews - Perusahaan kontraktor terbesar di bidang pertahanan Jepang, Mitsubishi Heavy Industries Ltd, mengumumkan adanya upaya pencurian akses informasi yang dilakukan hacker pada jaringan komputer perusahaan mereka.

Seperti dikutip oleh Reuters, ini adalah serangan cyber yang menimpa industri pertahanan di Jepang. Dalam pernyataan tertulisnya, Mitsubishi mengatakan sejumlah informasi kemungkinan telah dicuri.

"Ini mungkin serangan hacking pertama yang berhasil terdeteksi di Jepang," ujar Andrew Davies, analis perang cyber dari Australian Strategic Policy Institute, kepada Reuters. Menurutnya, serangan ini mirip apa yang telah terjadi di beberapa perusahaan pertahanan Amerika.

Surat kabar setempat mengatakan serangan cyber terjadi pada 11 Agustus lalu itu menjadikan informasi terkait kapal selam, misil, serta pabrik-pabrik komponen instalasi nuklir, sebagai target.
"Kami menemukan sejumlah informasi sistem seperti alamat IP telah dijebol dan ini cukup menakutkan," kata juru bicara Mitsubishi Heavy. Namun mereka mengatakan data krusial tentang produk atau teknologi tersimpan aman.

Menurut harian Yomiuri Shimbun, serangan cyber itu berhasil menginfeksi 80 komputer di markas Mitsubishi Heavy dengan virus. Setidaknya, ada delapan jenis virus komputer berbeda termasuk Trojan, yang menginfeksi komputer-komputer di markas Mitsubishi Heavy.
Selain itu, infeksi juga ditemukan di beberapa situs manufaktur, dan riset & pengembangan, termasuk Kobe Shipyard & Machinery Works, Nagasaki Shipyard & Machinery Works dan Nagoya Guidance & Propulsion System Works.

Kobe Shipyard saat ini adalah pabrik pembuat kapal selam yang membuat komponen untuk stasiun pembangkit nuklir. Adapun Nagasaki Shipyard adalah pembuat kapal-kapal pengawal.
Sementara itu pabrik di Nagoya, khusus membuat misil dengan pemandu serta mesin roket. Jepang memang dikenal pembuat kapal selam yang cukup canggih. Mereka berhasil mengintegrasikan berbagai solusi dengan unsur mekanik, elektronik, dan sistem kontrol sehingga informasi-informasinya cukup menarik bagi peretas.

Selama ini Mitsubishi Heavy juga diketahui sebagai kontraktor militer terbesar di Jepang, yang berhasil memenangkan 215 proyek senilai 260 miliar Yen (sekitar Rp30 triliun) dari Kementrian Pertahanan Jepang, Maret lalu, atau sekitar seperempat anggaran belanja Kementrian.

Senjata yang dihasilkannya antara lain misil dari darat ke udara Patriot, dan misil dari darat ke darat AIM-7 Sparrow. Selain itu, perusahaan ini juga kerap bekerja sama dengan Boeing membuat sayap pesawat terbang jenis jet 787 Dreamliner.

Empat Kelemahan Google Wallet

Google meluncurkan sistem pembayaran Google Wallet kemarin, dengan sejumlah kelemahan.. VIVAnews - Google telah meluncurkan sistem pembayaran Google Wallet, yang bisa menggantikan sistem pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, kemarin. Dengan aplikasi ini pembeli bisa menggunakan ponselnya sebagai media pembayaran, hanya dengan men-scan ponsel sebagai pengganti kartu kredit.

Namun, sistem pembayaran ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Berikut merupakan kekurangan Google+ seperti dikutip dari laman Mashable.

Retailer Belum Siap
Di Amerika Serikat, Google Wallet baru bisa digunakan di sejumlah retailer besar. Antara lain CVS, RadioShack, dan Foot Locker, dan akan menyusul di sejumlah retailer lain. Namun, tidak di semua outlet Google Wallet bisa digunakan, dan hanya lokasi tertentu.

Belum tahu kapan Google Wallet bisa digunakan di semua outlet retailer. David Robertson, penerbit The Nilson Report, sebuah publikasi tentang pasar kartu kredit, mengatakan setidaknya butuh waktu lima tahun.

Tak Banyak Smartphone NFC
Untuk menggunakan aplikasi Google Wallet, smartphone Anda harus dilengakapi teknologi Near Field Communication (NFC). Sedangkan saat ini, hanya beberapa smartphone yang dilengkapi teknologi NFC. Pendiri The Seraphim Group Bob Egan mengatakan saat ini ada sekitar 50 juta smartphone NFC yang siap dipasarkan dalam 18 bulan ke depan. Namun, itu diperkirakan belum cukup untuk menjadikan Google Wallet digunakan banyak orang.

Konsumen Belum Siap
Butuh beberapa tahun untuk mengubah perilaku konsumen. "Kalian meminta orang-orang melakukan sesuatu yang belum biasa mereka lakukan sekarang. Itu tidak terjadi dalam semalam," ucap Bob Egan.

Selain itu, konsumen juga masih belum merasa aman dengan sistem pembayaran baru ini, yaitu ponsel menggantikan kartu kredit. "Orang tidak begitu saja percaya menggunakan itu secara tepat," kata analis dari J. Gold Associates Jack Gold.

Wallet Bukan Tujuan Utama Google
Jika teknologi ini belum siap dan masih harus melakukan sejumlah adaptasi perbaikan, kenapa Google meluncurkan Google Wallet sekarang? Bob Egan memperkirakan ini merupakan salah satu strategi bisnis Google. Karena selama ini bisnis utama Google adalah advertising.

Mencari tahu apa yang dibeli konsumen merupakan potongan besar dari puzzle yang ingin diketahui pemasang iklan. "Mereka membuat asumsi perilaku konsumen saat ini," ujar Egan. "Ini akan menjadikan mereka semakin hebat dalam memprediksi itu."

Sedangkan analis dari eMarketer Noah Elkin mengatakan, Google Wallet juga akan menjadikan sistem operasi Android terus bersaing dengan iOS milik Apple dan BlackBerry. Secara bertahap, orang-orang akan menjadikan ponselnya sebagai dompet.

"Ini merupakan langkah lanjut dari migrasi perilaku yang kita lakukan dalam satu perangkat," kata Elkin. Selama ini, mudah membayangkan ponsel berpadu dengan kamera. Namun, Elkin meramalkan butuh bertahun-tahun untuk membiasakan menggunakan ponsel sebagai dompet.